Social Icons

Tampilkan postingan dengan label Alam dan Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam dan Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 April 2015

JANGAN SEENAKNYA MENDAKI GUNUNG, MENDAKI JANGAN SOK-SOK AN

SESUATU di balik G.SINDORO ( NYATA !!!) :

Ilustrasi ; Mendaki Gunung

[terbit:11 April 2015]
Semalam Tim Sindoro Sumbing ngobrol dgn sseorg yg aneh dan tidak dikenal di antara hiruk pikuknya kesibukan di Base camp Kledung... Orang yang gak mau disebut namnya dan tidak boleh diambil gbr nya tersebut mampu ngobrol dg 'mereka' yg menyembunyikan survivor, mengapa sampai saat ini blm ditemukan.


Perbincangan Tim dengan Seseorang Tak dikenal tsb,,

Orang Tak Dikenal ( OT) :
'Mereka' blg: gunung bkn tempat utk senang2 melainkan tempat perenungan utk manusia spya selalu tahu diri bahwa kita kecil dihadapan-NYA,Gunung jg bkn sebagai tempat bikin gaduh ataupun pesta dg se-enaknya. Karena dl gunung tempat2nya orang tirakat yg ingin belajar tahu diri .....Tapi saat ini malah dijadikan ajang utk bangga banggaan diri dan tempat dimana orang2 banyak yg tidak menghormati keberadaan 'kami' disini,,,,

,'Kami' tdk minta banyak dr kejadian ini, hanya ingin jadi peringatan semuanya utk selalu menjaga aturan dimanapun tempatnya,

'kami' prihatin gunung jadi jak jakan (bhs jawa) saat ini, tempat 'kami' merasa dinjak2 & sangat terganggu dg tingkah kalian yg kurang sopan

Lihat saja mereka tim pencari, merasa kuat dan merasa bisa dlm hal ini tanpa minta bantuan-NYA.

Padahal 'la haula wala quwwata illa billah' Sampai kapanpun kalau mereka masih memakai rasa 'bisa'nya, teman kalian ini yang 'kami' sembunyikan tidak akan pernah 'kami' lihatkan

Coba tundukkan kepala sejenak introspeksi diri dan luluhkan rasa sombong kalian utk memohon kepada-NYA utk kebaikan ini semua
Masuk waktu ibadah saja kalian tdk semua mendatanginya (masjid) pdhl dkt dr tempat kalian berada (basecamp) disitu kalian butuh bantuanNYA

Strategi sebaik apapun tanpa campur tanganNYA sia2. 'Kami' hy akan melihatkan teman kalian (survivor) kl kalian mau menghilangkan rasa bisa Buat apa mengunjungi tempat kami (gunung) kl hati kalian masih punya rasa sombong. Padahal kita tdk ada apa2nya dihadapan-NYA 
Banyak yg mengucap syukur saat dipuncak atas kebesaran-NYA tp tdk diikuti prilaku akhlaq sebagaimana yg terucap ketika sdh turun (gunung) Berarti ucapan tadi hanya ucapan kosong tdk sampai hati kalian.

Coba renungkan pesan 'kami' ini semoga bisa jadi rujukan...Utk bs menemukan (survivor) yg saat ini kalian cari. Mari saling berintrospeksi sama2 ciptaan-NYA salinglah menghormati jgn menyakiti

Ingat! 
Selama kalian merasa 'bisa' sampai kapanpun 'kami' tidak akan bantu melihatkan keberadaan teman kalian (survivor)

Buat apa kalian tirakatan (mujadahan) kl hanya ketika ada keinginan, kami disini sebelum kalian juga sering mujadahan,,'Kami' mmg penjaga tapi 'kami' tdk minta sajen dan sebagainya. Tp minta kesadaran diri utk saling menghormati krn hidup kita berdampingan ,,,,Kalian beragama 'kami' juga beragama. Kalian hidup bermasyarakat 'kami' pun juga sama. Jadi ayo saling menjaga jgn buat se-enaknya,,,Nanti tetap akan sia2 meskipun apapun mau dikerahkan kl kalian masih saja berkutat di rasa 'bisa'nya. Karena kita sama dihadapan-Nya

Kalian pasti akan setuju 'kami' melakukan ini semua kl kalian tahu perbuatan kebanyakan kalian yg mengunjungi tempat 'kami' (gunung),,Sudah lama 'kami' diam dg tingkah kalian di tempat kami (gunung), ini saat yg tepat utk saling mawas diri dan saling berintrospeksi
Semoga bisa utk perenungan kalian dan 'kami', kalian punya aturan kami pun juga ada.

Sebesar apa niat kalian akan menghilangkan rasa 'bisa' dan kesombongan?

'Kami' pun siap bekerjasama utk kebaikan semua, Tidak menutup kemungkinan teman 'kami' penjaga gunung dimanapun berada akan berbuat sama kl kalian berbuat se-enaknya

TIM Sindoro Sumbing (TSS) :
Mohon berkenan utk ikut urun rembug di Posko induk

Orang Tak Dikenal ( OT) :
Tidak .. Karena sdh bbrp hari ini saya disini dan coba usul tapi tdk ada yg menggubris.....,Dan tim disanapun sudah ada 9 orang pinter yang membantunya jadi buat apa saya disana toh tdk ada yang menggubris....
Lebih baik kita tetap berdoa saja utk kebaikan semuanya, insyaAllah tidak ada yang sia sia,

pesan dia ke Tim Sindoro Sumbing sambil berlalu .....entah kemana ... Kabut turun ,,,



Diambil dari Backpacker Nusantara 11 April 2015, ditengah pencarian korban tersesat di Gunung Sindoro sejak 2 April 2015 Copy paste dari #tri


Info :
Zaenuri Ahmad, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta hilang sejak 2 April 2015, dan ditemukan tewas pada Rabu, 15 April 2015

Koodinator Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah wilayah Surakarta dan Kedu, Eko Hari Mursanto, korban ditemukan sekitar pukul 11.45 WIB, pada lokasi sesuai dengan pesan singkat (SMS) terakhir yang dikirim korban pada temanya beberapa saat setelah hilang. “Sekitar pukul 15.00 korban sms kalau tersesat di aliran sungai, oleh temanya sms itu baru dibuka pada pagi harinya sekitar pukul 16.00. Lokasi penemuan di tempat itu,” kata Eko pula.



Lokasi penemuan tersebut sebenarnya sudah berulang kali disisir baik dari bawah ke atas maupun dari atas ke bawah. Namun demikain baru kemarin bisa menemukan korban.

“Tempat itu sudah berulang kali disisir, tapi berhari-hari belum ditemukan. Wallahualam bissawab. Alhamdulillah telah ditemukan.,”

Jumat, 09 Januari 2015

MENGAKHIRI 2014



MENGAKHIRI 2014
“Ketika diniatkan untuk tahun baruan penuh dengan halangan, ketika diniatkan untuk Maulidan penuh kemudahan dan keindahan”



Tahun 2014 segera berakhir, namun tak seperti akhir-akhir tahun sebelumnya yang sudah heboh dengan rencana mengakhiri tahun bersama kawan-kawan diatas awan. Pada hari ke 26  bulan Desember baru terwacanakan untuk menyambut mentari 2015 di Gunung Sindoro via Tambi yang terkenal dengan kebun tehnya. Wacana tersebut aku cetuskan bersama Yuli, tepat seusai berkunjung dari rumah kawanku yang akrab disapa simbah karena keteladanannya, Abdullatif. Alternatif Sindoro via Tambi kami ambil karena jalur ini termasuk sepi, entah kenapa jarang pendaki yang mau melalui jalur ini. Keberangkatan kami rencakan pada tanggal 31 Desember pukul 07.00 dengan berkumpul terlebih dahulu di dekat Monumen Jend Ahmad Yani, Purworejo. Kami menargetkan untuk bisa bermalam di Puncak Sindoro.

Rekruitmen peserta pun kami mulai. Kami berusaha mengajak adik-adik kami dari BWN-XXI dan BWN-XXII. Namun hingga pada 29 Desember kami hanya berhasil membujuk satu anak saja yaitu Rio, awal tahun 2014 lalu kami juga telah bersamanya di Gunung Slamet. Karena ketiadaan motor dia mengajak adiknya dari BWN-XXIII, Ardi. Komunikasi intensif kami lakukan melalui pesan singkat maupun di media sosial. Sore menjelang malam pada hari itupun kami fix berempat menyambut mentari 2015 di Gunung Sindoro via Tambi.
Aku kembali mencoba mengajak kawan-kawan dari BWN-XXI dan BWN XXII serta BWN XX untuk ikut bergabung. “Sambut Mentari 2015 di Gunung Sindoro, Via Tambi (Kebun Teh), Berangkat 31 Des 2014 pkl 07.00, start depan SMK, Yang sudah fix ikut : Bawana XX = ada, Bawana XXII = ada, Bawana XXIII = ada, Bawana XXI = TIDAK ADA” begitulah kiranya usahaku menarik minat kawan-kawan lain untuk ikut.
Namun hal yang tak terduga terjadi. Usahaku untuk menarik minat itu justru menyebabkan kegagalan acara kami. Tulisanku ternyata menimbulkan konflik diantara kawan-kawanku yang lain, akupun terjerat masuk dalam lingkaran konflik yang terjadi. Ketegangan awal dipicu dengan adanya argument dari ketua BWN-XXI, Dimas yang menguak kisah lalu dimana “mengharamkan” anggota baru BWN untuk diajak mendaki gunung. Aku pun membalas dengan argument-argumenku, namun kurasa argumennya terlalu kuat untuk aku lawan, aku pun mulai tersudut, hingga akupun meminta bantuan dari Yuli untuk melawan argument Dimas, apa daya, argumennya begitu kuat dan berdasar , hingga akupun dipaksa harus mengakui bahwa aku salah. Rio pun merasa yang paling bersalah, dengan berat hati akhirnya rio mengcancel keikutsertaan bersamaku menyambut mentari 2015 di Gunung Sindoro. Sengaja memang tidak aku tulis konflik apa sesungguhnya dan bagaimana argument-argumennya, tidak etis rasanya bila diungkap disini. Tepat pada pukul 22.22 acara itu dengan berat hati DIBATALKAN.

Kegundahan kembali menaungi. Aku teringat perkataan dari salah seorang BWN-XXI yang menyatakan akan pergi ke Merapi di 31 Desember. Aku mencoba mengkonfirmasi tentang kebenaran kabar tersebut. Ternyata acara itu benar adanya, sudah ada beberapa BWN-XXI dan diluar BWN yang dipastikan ikut serta. Mereka mempastikan bahwa ada 6 anak yang ikut. Walaupun tidak diajak untuk berpartisipasi, aku dan Yuli mencoba menawarkan diri agar bisa bergabung bersama mereka, dan akhirnya mereka mengizinkan. Dan pada hari ke 30 bulan Desember itu Aku dan Yuli memastikan diri untuk ikut. Jam 8.00 tanggal 31 Desember 2014 kami diharuskan berkumpul di Basecamp BWN dahulu sebelum berangkat menuju Selo-Boyolali guna Mendaki Merapi

Langkah cepat kami tempuh. Tas Carrierku dan Yuli masih dipinjam oleh kawan-kawan BWN-XXIII yang belum lama ini digunakan untuk diksar. Yuli berusaha menghubungi Noufal, peminjam tasnya agar segera dikembalikan, dan ternyata tas itu sudah ia kembalikan di Basecamp BWN. Pada pagi menjelang siang 30 Desember itu Yuli bergegas menuju Basecamp untuk mengambil tasnya dan juga sekaligus meminjam tenda milik BWN. Namun entah apa alasannya Yuli enggan untuk mengambil tenda, dia hanya berkata bahwa ia tidak enak hati meminjamnya.

Posisiku yang masih berada di Jogja membuat bingung bagaimana cara mendapatkan tasku kembali. Siang itu aku bersiap untuk menuju stasiun Tugu Jogjakarta. Aku akan pulang ke Purworejo dengan KA Prambanan Ekspres yang tiketnya hanya Rp 6000 itu. Walaupun jadwal kereta masih jam 15.40, siang itu ba’da Dzuhur aku berangkat ke stasiun dengan sepeda ontel Polygon KW milikku.

Rintangan kembali datang menghampiri. Ketika aku ambil sepedaku dari Garasi ternyata roda belakang sepedakempes, setelah kuperiksa ternyata sebuah paku pinus kecil telah menembus roda. Aku menuntun sepedaku sembari mencari dimana ada tukang tambal ban. Jam sudah menunjukkan Pukul 12.46, akupun telah sampai di tempat tambal ban. Bengkel kecil ini terlihat sepi, aku mencoba memanggil-manggil namun tak juga muncul tukang tambal ban itu. Ternyata tukang tambal ban itu sedang tidur siang, ibu penjaga warung makan yang ada tepat di samping bengkel kecil tambal ban itu pun menyarankan mencari tempat lain untuk tembal banku.

Tak jauh dari tambal ban itu nampak sebuah warung kecil juga memasang tulisan “tambal ban” di depannya. Aku harus berjalan menuntun sepeda melewati satu lampu merah untuk dapat sampai di warung itu. Sesampainya di warung itu aku langsung dilayani. Kejanggalan aku temui ketika tukang tambal ban itu mendeteksi titik kebocoran yang ada di ban.  Aku mencurigai dia mencoba menambah lubang yang ada, karena dia memegang subuah lidi yang sudah dibuat runcing ujungnya. Satu lubang telah terdeteksi, dengan sedikit berbasa-basi-busuk sambil menunggu akhirnya proses penambalan pun selesai. Namun waktu sudah menunjukkan Pukul 14.00, ketika hendak membayar aku melihat tingkah aneh dari tukang tambal ban itu, dia seakan-akan terus memeriksa keadaan ban belakang, ketika aku Tanya dia pun Nampak mencurigakan jawabannya. Hingga akhirnya dia minta izin untuk kembali membongkar ban belakang sepedaku, dengan masih curiga aku mengizinkan, dalam hatiku sudah menebak dari awal kalau orang ini main-main dalam menambal. Dia kembali mendeteksi kebocoran yang ada di ban, sebelum dia menemukan kebocoran aku sudah terlebih dulu melihat jelas bekas tusukan ada di ban sepedaku itu, namun lubang itu jelas sekali besarnya, tak usah dengan mencelupkan ke air pun sudah bisa terlihat, ya, jelas itu bukan karena tusukan paku, itu bekas tusukan lidi yang sudah aku lihat diawal tadi.

Sambil menunggu tambalan kedua ini selesai aku mencoba menghubungi Slamet, peminjam tas carrierku, dia kuminta untuk mengantarkan tas ke stasiun jenar. Rencanaku nanti keteka kereta berhenti di stasiun Jenar aku akan turun dari kereta, kemudian mengambil tas dan naik kereta lagi. Namun Slamet tak kunjung bisa dihubungi. Setelah beberapa saat dia menyatakan setuju dengan rencanaku. Pukul 14.30 akhirnya tambalan kedua selesai, akupun diharuskan membayar 10ribu. Aku segera  bersepeda menuju stasiun melalui pasar Beringharjo terlebih dulu untuk membeli barang titipan mamakku dan juga mampir di Malioboro untuk sekedar membeli Bakpia untuk bekal pendakian.

Jam 14.45 aku tiba di Stasiun Tugu Jogjakarta. Sepeda aku titipkan di penitipan yang tersedia. Antrian di loket ternyata sudah mengular, aku pun masuk dalam antrian, hingga akhirnya setelah antre hingga jam 15.10 aku sampai di tengah antrean, namun anehnya antrean tidak bergerak sama sekali, ternyata tiket ke Kutoarjo sudah habis, begitupula dengan tiket ke Solo. Antrean di depan dan belakangku yang masih mengular ternyata menunggu dibukanya pembelian tiket ke Solo pemberangkatan selanjutnya. Rencana jahatku muncul. Apapun caranya aku harus bisa naik kereta Prameks tujuan Kutoarjo. Akupun merangsek ke depan, aku harus membeli tiket untuk bisa masuk stasiun, akhirnya aku putuskan untuk membeli tiket Prameks tujuan Maguwo atau Bandara, harganya pun sama, Rp 6000.

Dengan tiket KA Prameks tujuan stasiun Jogjakarta-Maguwo itu aku bisa masuk stasiun, dan aku bergegas menuju Musholla stasiun untuk Sholat Ashar. Tepat jam 15.30 seusai sholat aku menunggu di peron Utara tempat dimana kereta jurusan Kutoarjo akan datang. Komunikasi dengan Slamet terus kujalani sambil menunggu datangnya kereta. Di dalam stasiun ternyata sudah ada Mas Iim beserta calon Istrinya yang juga akan pulang ke Purworejo. Mas Iim adalah BWN-XVIII. Kereta yang dijadwalkan 15.40 baru datang sekitar jam 16,00. Aku duduk di kereta bersama Mas Iim dan calon istrinya, tiketku disatukan dengan tiket mereka, hingga akhirnya saat-saat yang menegangkan tiba, petugas pemeriksa tiket telah datang, syukurlah tidak ketahuan kalau tiketku tidak sesuai dengan kereta yang aku naiki.

Slamet sudah bersiap di Stasiun Jenar dengan tas carrierku sejak jam setengah lima, namun kereta baru sampai di Stasiun Jenar jam lima tepat. Ketika kereta sampai di stasiun jenar dan pintu kereta terbuka aku langsung loncat dari kereta, lalu lompat lagi melewati tiga rel kereta dan karena posisiku yang ada di gerbong belakang mengharuskanku untuk berlari sekencepat-cepatnya  menuju pintu masuk (pintu pemeriksaan tiket), setibanya di pintu tanpa basa-basi Slamet dari luar pagar langsung menyodorkan tas carrier, aku pun dengan cekatan menerimanya. Aku hanya berucap terima kasih dan bersalaman dengan Slamet, kemudian kembali berlari menuju kereta, wajar saja karena di Stasiun Jenar ini kereta hanya berhenti untuk turun penumpang. Rel demi rel aku lompati kembali dan syukurlah akhirnya aku bisa masuk di kereta lagi, pintu kereta ditutup dan kereta kembali berjalan. Mas Iim ternyata telah turun di Stasiun Jenar. Aku masih sempat melihatnya dari pintu kereta, aku melambaikan tangan sebagai salam perpisahan, entah kapan aku bisa bertemu dengan Mas Iim lagi, karena esok ia akan kembali ke perantauannya. Mas IIm mebalas lambaian tanganku sembari tersenyum.

Sesampainya di Kutoarjo aku bergegas pulang ke rumah dengan membawa tas carier besar bersama Bapakku yang sudah datang menjemput. Setelah mandi dan makan, adzan maghrib di Musholla berkumandang, seperti biasa Bapakku yang mengumandangkan, segeralah aku menyusul ke Musholla.

Kabar mengejutkan datang ketika aku membuka hp sepulang dari Musholla. Melalui pesan singkat Yuli secara mendadak membatalkan rencana ke Gunung Merapi yang semula telah disepakati. Dia beralasan ada kepentingan keluarga yang tak mampu untuk ia tinggalkan. Setelah gagal ke Sindoro kini aku pun harus menelan pil pahit, rencana ke Merapi harus aku ikhlaskan untuk BATAL. Beginilah nasib yang tak punya kendaraan sendiri, bila yang ditumpangi membatalkan otomatis ikut batal.

Yuli ternyata tak lepas peduli begitu aja, dia memberi solusi agar aku bisa tetap ke Merapi. Dia memberi tahu bahwa Abdullatif juga akan ke Merapi, dia menyarankan agar aku menumpang Abdullatif. Aku tak tahu sebelumnya jika Latif juga akan ikut ke Merapi. Yang aku tahu Abdullatif bersama rekan kerjanya dari Klaten akan mendaki Gunung Merbabu. Ternyata tanpa sepengetahuanku sebelumnya Yuli telah mempengaruhi Abdullatif dkk supaya mengalihkan rencananya dari Merbabu ke Merapi. Malam itu aku sedikit lega, ada harapan untuk bisa ke Merapi. Aku pun mencoba menghubungi Abdullatif untuk mengkonfirmasi hal tersebut.

Selain menghubungi Abdullatif aku juga intensif komunikasi dengan Arifin, rekan kerja Abdullatif dari Klaten. Mereka dari klaten bersedia untuk membawa Tenda. Namun Kepastian belum aku dapat dari Abdullatif, dia mengabarkan bahwa ia ada keperluan untuk mengantarkan saudaranya ke Rumah Sakit esok pagi, padahal keberangkatan dari Basecamp BWN telah disepakati pukul 8.00, sedangkan Abdullatif memperkirakan bahwa ia pulang dari rumah sakit sekitar Pukul 14.00 sore. Malam itu berakhir dengan krtidakpastian, Abdullatif masih sulit dihubungi karena gangguan sinyal ditempatnya. Dia hanya menawarkan untuk berangkat sore, berpisah dengan rombongan rekan-rekan BWN.

Hari sudah menginjak tanggal 31 Desember 2014. Pagi itu penuh dengan kegelisahan. Edi, kawanku yang baru beberapa hari pulang dari perantauan, mengajak aku untuk berkunjung ke rumah Dedek yang ada di Desa sebelah, aku pun menyetujuinya, harapanku bisa sedikit tenang dengan kumpul bersama rekan-rekan yang sudah beberapa bulan tidak bertemu. Disamping itu aku juga masih terus mencoba komunikasi dengan Abdullatif.

Jarum jam hampir menunjuk pada angka 10, kepastian akhirnya aku dapat dari Abdullatif. Dia memastikan bahwa kami berdua jadi ke Gunung Merapi dan akan berangkat jam 14.00 siang. Tak berselang lama Edi datang, aku belum mempersiapkan apa-apa untuk ke Merapi, tapi karena sudah terlanjur janji akhirnya aku ikut pergi ke rumah Dedek, Edi menjanjikan untuk pulang ketika Dzuhur. Aku perhitungkan  1 jam cukup untuk nanti packing.

Sesampainya di rumah Dedek aku hanya terdiam melihat Edi dan Dedek asyik dengan gadget canggih baru milik mereka yang dibeli dengan uang hasil jerit payah mereka selama bekerja, sembari aku masih mengkomunikasikan keberangkatan dengan Abdullatif. Satu per satu rekan yang lain pun datang, tak berbeda jauh, mereka yang datang juga saling menunjukkan gadget mereka. Selanjutnya film Doraemon mereka putar di Laptop, aku pun ikut terkesima menonton. Mangga, clorot, cenil, dan balung kuwuk yang disajikan Dedek semakin berkurang. Azan Dzuhur juga sudah berkumandang namun film Doraemon belum juga selesai.

Setelah film selesai, sekitar pukul 13.00 aku minta Edi untuk mengantarku pulang. Janjiku dengan Abdullatif pukul 14.00 berangkat. Pada waktu yang bersamaan Abdullatif mengabarkan bahwa ia masih berada di Basecamp BWN untuk meminjam kompor. Waktu satu jam aku gunakan semaksimal mungkin untuk packing. Akhirnya jarum jam menunjukkan angka 2, packing telah selesai, tapi Abdullatif malah mengundur keberangkatan menjadi pukul 15.00. Sementara pihak dari Klaten telah sampai di Basecamp Pendakian Merapi Via Selo-Boyolali sekitar pukul 14.30 WIB.

Akhirnya Pukul 15.25 WIB aku dan Abdullatif berangkat menuju Selo-Boyolali. Karena tidak tahu jalan kami sempat salah jalan hingga sampai ke Sleman, Yogyakarta. Kami tiba di wilayah Selo sekitar Pukul 19.15. Karena persiapan yang minim tadi, kami harus menambah perbekalan untuk pendakian. Setelah selesai belanja dan sholat Isya kami menuju Basecamp Pendakian Gunung Merapi. Disana sudah menunggu rekan Latif dari Klaten, Arifin beserta Febriyanto. Setelah registrasi kami memulai pendakian sekitar pukul 20.15. Pendakian malam itu terasa sangat indah, dengan terangnya cahaya bulan kami tak lagi membutuhkan senter, sebenernya sih lupa bawa senter, hehehe. Malam semakin indah dengan adanya Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing yang tak sungkan untuk menunjukkan kegagahannya. Cahaya senter seringkali memancar dari atas ketinggian Gunung Merbabu di seberang sana.

Impian mengakhiri 2014 diatas awan akhirnya telah terwujud, walaupun harus dipenuhi banyak lika-liku untuk mewujudkannya. Dalam perjalanan malam itu kami teringat tentang Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 3 Januari 2015, dengan mengingat perjuangan Rasulullah SAW kami semakin bersemangat dalam mendaki Merapi. Pendakian ini belumlah seberapa dibandingkan dengan perjuangan Nabi di masa itu. Pendakian ini pun kami niatkan untuk mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa. Sehingga pendakian kami berjalan dengan sangat lancar tanpa banyak halangan yang menghadang.

Kami bertemu dengan rombongan kawan-kawan BWN di pasar bubrah, mereka terlihat kecewa karena ditutupnya akses menuju Puncak Gunung Merapi (Puncak Barameru) oleh Tim SAR.

Ini Kisahku, mana kisahmu?

Amanat yang bisa diambil :

Ketika pendakian diniatkan untuk memperingati akhir tahun – awal tahun maka akan penuh dengan haling rintang, mulai dari gagal ke Sindoro, ban bocor, tiket kereta habis, sempat hampir gagal ke Merapi, salah jalan hingga sampai ke jogja, dll. Begitu pula pada tahun-tahun sebelumnya, pendakian tahun baru 2013 aku harus menghadapi hujan badai, petir, lupa bawa tenda, dll, begitu pula ketika pendakian tahun baru 2014 di Gunung Slamet, cuaca sangat tidak mendukung, hujan lebat terjadi, jalur pendakian menjadi sangat licin dan tidak bisa dilaluli, terpeleset tak terhitung sampai berapa kali, ketika sampai di puncak Slamet kami juga harus melawan angin yang sangat kencang berhembus.
Keajaiban datang ketika sampai di Merapi, pendakian kami niatkan untuk sedikit merasakan sedikit susah payah yang pernah dilakukan Rasulullah SAW, dengan kata lain mendekatkan diri kepada Allah SWT, cahaya bulan terang benderang, baju kami tak terbasahi air hujan, rasa lelah seakan tak muncul. Nasib berbeda dialami Yuli, setelah acara keluarga selesai, Pukul 01 dini hari ia ternyata berangkat menyusul ke Merapi, namu belum melebati batas kabupaten ia harus kembali karena hujan lebat melanda, sedang ia tak membawa mantol. Ini terjadi karena Yuli meniatkan ke Merapi untuk menyambut mentari 2015. Wallahu a’lam.
Maha suci Allah.

Kamis, 09 Oktober 2014

Petunjuk Jalan Arah Pendakian Gunung Sumbing Via Kaliangkrik

Nanjak Bareng - Memasang Marka Pendakian
Sekarang mari kita ulas mengenai jalan menuju Gunung Sumbing Via Kaliangkrik....

1. Dari Purworejo jalan saja arah Magelang
2. Sampai di Pertigaan Krasak belok KIRI
3. Ikuti terus jalannya menuju PASAR Kaliangkrik
4. Jalan terus hingga Pertigaan +/-100 meter sebelum PASAR
5. BELOK KIRI
6. Jalan terus sampai SD Temanggung
7. Di sebelah SD ada pertigaan, BELOK KANAN
8. Ikuti terus jalan Aspal hingga sampai di Dusun Butuh
9. Sampai di Dusun Butuh silahkan tanya warga dimana rumah Pak Kadus/basecamp

Selamat mencoba sobat.....
Baca Juga :
Transportasi Ke Gunung Sumbing Via Kaliangkrik
Peta Jalur Pendakian Sumbing Via Kaliangkrik

TRANSPORTASI KE GUNUNG SUMBING VIA KALIANGKRIK


Di Puncak Sumbing Via Kaliangkrik
Kali ini mari kita ulas tentang transportasi umum menuju Pendakian Gunung Sumbing via Kaliangkrik, Magelang (Dsn Butuh, Ds Temanggung)

1. Pertama kita pergi ke Terminal Bus Purworejo atau langsung ke Plasa Purworejo
2. Kemudian silahkan naik bus jurusan Magelang dan minta turun di Pertigaan Krasak (Rp 5rb)
3. Selanjutnya dari pertigaan Krasak kita naik angkot tujuan Pasar Kaliangkrik(Rp 5rb)
4. Dari Pasar silahkan cari tukang ojek, minta antar ke Rumah Kepala Dusun Butuh, Desa Temanggung
5. Belum ada basecamp resmi, setiap pendaki wajib lapor ke Kadus, rumah Pak Kadus bisa untuk numpang mandi, cuci, dll

Selamat mencoba kawan... slamat berpetualang....

baca juga :
Petunjuk Jalan Arah Pendakian Gunung Sumbing Via Kaliangkrik
Peta Pendakian Gunung Sumbing Via Kaliangkrik

Minggu, 07 September 2014

Peta Jalur Pendakian Gunung Sumbing Via Kaliangkrik Magelang

Baca Juga :

Pemasangan Petunjuk Pendakian Gunung Sumbing Via Kaliangkrik oleh Pemuda Purworejo



BAWANAnews~ MAGELANG Minggu (3/8)
Setelah beberapa kali melaksanakan survey akhirnya Pecinta Alam Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan Kepala Dusun Butuh, Temanggung, Kaliangkrik, Magelang telah sukses melaksanakan kegiatan pemasangan petumjuk pendakian (marka) ke puncak Gunung Sumbing guna meminimalisir tersesatnya para pendaki yang melalui jalur pedakian via Kaliangkrik ini.

“Sebelumnya kami sudah melaksanakan survey untuk menentukan lokasi pemasangan petunjuk pendakian dan juga untuk keperluan pembuatan peta pendakian, survey terakhir kami lakukan kemarin saat bulan puasa, tepatnya tanggal 24 Juli dan juga sebelumnya pada tanggal 10 Juli” ujar salah satu panitia yang enggan disebutkan namanya.

Kegiatan yang bertajuk Pembuatan Petunjuk Dan Launching Peta Pendakian Gunung Sumbing’ ini dilaksanakan pada 2-3 Agustus lalu dengan peserta sebanyak 29 orang. Para peserta datang dari purworejo dengan menggunakan truck. Kegiatan ini didanai oleh swadaya Pecinta Alam Kabupaten Purworejo.

“Alhamdulillah kegiatan kami berjalan dengan lancar, kami datang dari purworejo naik mobil truk, total peserta ada 29 orang yang mendaftarkan diri secara suka rela pada panitia, dan dana yang kami gunakan untuk acara ini juga berasal dari swadaya peserta.” Ungkapnya

Lebih lanjut dengan adanya partisipasi Pecinta Alam Purworejo terhadap Gunung Sumbing paling tidak bias memancing wisatawan atau pendaki kembali untuk berkunjung ke gunung yang memiliki ketinggian 3371 mdpl itu, mengingat sebelumnya terjadi peristiwa hilangnya pelajar dari Purworejo yang dikabarkan tersesat hingga lima hari baru ditemukan.
“Memang ini jalur yang belum resmi dan masih sangat minim petunjuk, semoga dengan adanya acara pembuatan petunjuk dan lounching peta ini bias mencegah hal serupa terulang lagi” pungkasnya

Sementara itu Kepala Dusun Butuh, Lilik Setiyawan, S.E mengucapkan banyak terima kasih banyak kepada Pecinta Alam Kabupaten Purworejo yang sudah peduli dengan adanya pemasangan petunjuk.
“Saya mewakili masyarakat Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kaliangkrik mengucapkan banyak terima kasih kepada Pecinta Alam Kabupaten Purworejo atas kepduliannya dengan adanya kegiatan Nanjak Bareng sekaligus pemasangan petunjuk pendakian, semoga banyak bermanfaat bagi pendaki-pendaki lain agar tidak tersesat, namun perlu diingat bahwa ada hal lain yang menyebabkan tersesat, jadi selama di perjalanan kita harus menjaga perkataan dan sopan santun” beliau menjelaskan

Tanam Pohon

Foto Bersama Pos 4

Foto Bersama Bpk Lilik Setiyawan, S.E (Kepala Dusun Butuh, Temanggung, Kaliangkrik)



Dari 29 peserta, anggota BAWANA ada 8 orang, alumnus BAWANAada 4 orang

80% kepanitiaan diisi oleh Alumni BAWANA



Penulis : Farid N.R
Repost :  http://www.bawanacamp.com/2014/08/pemuda-purworejo-sukses-gelar.html

Pemuda Purworejo Survei Gunung Sumbing via Kaliangkrik


BawanaNews# Beberapa pemuda Pecinta Alam dari Purworejo melakukan pendakian Gunung Sumbing via Butuh, Kaliangkring (10/7) pekan lalu, walaupun berpuasa Ramadhan, itu tidak menjadi penghalang mereka untuk melakukan survey guna terlaksananya rencana pemasangan petunjuk pendakian, hal itu dilakukan karena rasa peduli mereka terhadap jalur tersebut, dimana sering terjadi pendaki yang tersesat.

Joni dan Edy
“Pendakian gunung sumbing via butuh kaliangkrik sering membuat pendaki tersesat, rekan kita dari purworejo salah satunya, hal ini dikarenakan jalur yang belum resmi dan minimnya petunjuk jalan yang kurang memadai,”  ungkap Joni Freztianto (alumni Bawana XIX) yang merupakan salah satu penggagas ide tersebut melalui akun facebooknya.

Mereka menggunakan dana swadaya dan membuka kesempatan bagi rekan-rekannya yang lain untuk berpartisipasi. “Maka dari itu untuk menanggulangi agar tidak terjadi hal serupa, beberapa rekan pecinta alam purworejo sepakat akan melakukan pembuatan petunjuk jalan serta pembuatan peta pendakian via Butuh, Kaliangkrik, bagi yang inginmembantu dan bergabung silahkan inbox 08995616012” Sdr. Joni menjelaskan.

Pelaksana Survey
Sdr Joni yang dimintai keterangan lebih lanjut melalui nomor telepon menerangkan bahwa survei ini dilakukan  bersama dua rekannya pada Kamis s/d Sabtu (10-12/7) kemarin, dan pemasangan direncanakan pada 2-3 Agustus mendatang, namun masih terkendala dana.
Survey saya lakukan bersama Edy (Bawana XXI) dan Dayah (MAN) Kamis – Sabtu kemarin, tapi hari sabtunya kami menginap dirumah warga. Pemasangan kami rencanakan sesudah lebaran, kalau tidak ada halangan 2 – 3 Agustus 2014. Yang menjadi kendala ialah dana yang belum terkumpul.” pungkasnya

#FNR/xx



Penulis : Farid N.R
Repost :  http://www.bawanacamp.com/2014/07/pemuda-purworejo-survei-pendakian.html

Kepala SMK N 1 Purworejo Trenyuh Karena Pala BAWANA


BAWANACAMP.COM/NEWS – Serah terima jabatan kepengurusan Ekstrakurikuler Pecinta Alam BAWANA dari angkatan XXI kepada angkatan XXII mengawali kegiatan Hari Ulang Tahun BAWANA yang ke 28 di Ruang L.B.2 , Kamis Wage (19/06/2014) kemarin.
Puncak peringatan HUT BAWANA ke-28 ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala SMK Negeri 1 Purworejo, Bapak Budiyono, S.Pd, M.Pd.

Pemotongan tumpeng ini diberikan kepada seluruh anggota BAWANA yang hadir. Potongan tumpeng pertama diberikan kepada Wakil Ketua Bawana 2013-2014, Mustika Handayani, dan Ketua Bawana 2014-2015, Oktaviano Wisnu.

Setelah pemotongan tumpeng untuk Wakil Ketua Bawana (Purn) dan Ketua Bawana baru, potongan tumpeng diberikan kepada seluruh hadirin.

Dalam sambutannya, Pembina BAWANA, Bapak Maryono Ailiu, S.Pd menjelaskan bahwa pemasangan papan baru yang sudah selesai belum dapat dipasang pada rangka yang sudah ada pada menara air.
“Sebetulnya kita ingin agar papan secepatnya dipasang, akan tetapi setelah dilaksanakan rapat menejemen bersama guru-guru yang lain dikhawatirkan rangka tidak kuat, mungkin ketika dipasang kuat, tapi disaat melakukan wall climbing ditakutkan rangka roboh karena papan yang baru ini memang sangat berat. Jadi papan belum dapat dipasang, rencananya nanti kita akan pisahkan antara papan panjat dan menara air, namun itu tidak bisa dalam waktu dekat.”

Sedangkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak Sugeng Harjiatmoko, S.Pd, M.Pd, menekankan dalam menjalankan kegiatan BAWANA haruslah patuh pada aturan Negara dan berpesan agar anggota BAWANA hati-hati dengan ormas-ormas yang ada.
Sebagai warga Negara kita haruslah mematuhi aturan Negara, anggota BAWANA harus hati-hati terhadap golongan-golongan / aliran yang mempunyai pandangan dan aktifitas yang berbeda dengan yang lain pada umumnya, kita harus menyaringnya, pandangan ISLAM saja sudah relative banyak, kalau sudah jelas-jelas berbeda dengan yang lain dan juga profokatif ya perlu dipertanyakan, jangan sampai terjerumus dalam jurang yang dalam.”

Kepala SMK Negeri 1 Purworejo, Bapak Budiyono, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya mengucapkan ulang tahun untuk BAWANA dan menyampaikan simpatinya kepada anak-anak BAWANA.
Saya ucapkan selamat ulang tahun yang ke-28 kepada Pecinta Alam BAWANA,  semoga kegiatannya di SMK Negeri 1 Purworejo bisa terus berjalan, kaderisasi semakin baik, dan estafet kepemimpinan dari generasi ke generasi selanjutnya juga semakin baik. Terkadang saya merasa terharu melihat anak-anak BAWANA, sore-sore koncone podo wes bali, cah bawana esek ning sekolahan, jupuki sampah, nyirami wit-witan, nyirami kembang, tanpa rasa jijik ataupun sungkan dalam melakukannya, memang kalau dilakukan dengan ikhlas tidak akan menjadi masalah, saya merasa trenyuh atas perjuangan anak-anak BAWANA, atas peran sertanya dalam merawat lingkungan SMK Negeri 1 Purworejo, sekolah kita kini mendapat tropi ADIWIYATA, tidak hanya tingkat kabupaten, tapi sudah masuk tingkat propinsi dan bahkan menuju nasional, jadi perjuangan kita tidak sia-sia dan membuahkan hasil.katanya

Selain itu beliau juga menyinggung tentang apa yang disampaikan oleh Pembina Bawana dan Waka Kesiswaan.
Memang rangka itu sudah sangat tua, jadi memang sudah pantas untuk diperbarui, rangka itu sudah sejak tahun 1995, saat itu saya masih jadi siswa, dulu saya dan Pak Wawan guru listrik ikut membangun rangka, kalau saya yang ngelas pak Wawan yang megangi, kalau saya megangi yang ngelas pak Wawan, saat itu setelah papan panjat jadi, diadakan Lomba Wall Climbing kalau tidak salah  tingkat Jateng-DIY, luar biasa memang, dulu juga ada pelatih panjat dinding untuk BAWANA, kalau sekarang kan sudah gak ada. Dalam membangun menara baru untuk panjat tidak bisa dengan cepat, harus bertahap, karena dananya harus dibagi-bagi dengan yang lain” Kata Pak Budi.
Kita harus waspada pada ormas-ormas yang radikal, apalagi yang mengancam NKRI, gak usah ikut yang seperti itu, pokoknya N.K.R.I. HARGA MATI.” Lanjut Pak Budi.
(F.N. Rohman/BWN”XX”/11/05)***


Penulis : Farid N.R
repost :  http://www.bawanacamp.com/2014/06/pergatan-hut-bawana28-2014.html

Minggu, 10 November 2013

PERLU DIPERHATIKAN BAHWA MOBIL MURAH TAK RAMAH LINGKUNGAN

Forumhijau.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali menegaskan bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 tentang Regulasi #MobilMurah dan Ramah Lingkungan atau #LCGC tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Saya tegaskan, mobil murah itu enggak benar. Apa lagi?" kata Jokowi di Hotel JW Marriott, Jakarta.

Jokowi menegaskan, yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah transportasi yang nyaman, aman, dan murah. Transportasi itu harus disediakan oleh pemerintah. Dengan demikian, persoalan polusi udara maupun kemacetan lalu lintas dapat terselesaikan dengan cepat dan tepat.

Jokowi yakin, dengan adanya PP tersebut, masyarakat akan tergiur untuk membeli mobil karena harganya lebih terjangkau. Akibatnya, impian jalan-jalan di kota besar yang bebas dari kemacetan dipastikan tidak bisa terlaksana.

"Lihat saja nanti pelaksanaannya, siapa yang paling banyak beli, pasti warga di Jabodetabek. Saya tahu karena kita ini orang lapangan," ujarnya.

Meski menolak, Jokowi tidak dapat berbuat banyak. Ia hanya bisa mengantisipasi efek negatif dari peraturan tersebut melalui kebijakan di Pemerintah Provinsi DKI. Jokowi memastikan sejumlah program tersebut akan dilaksanakan segera.

Secara berurutan, Jokowi akan menambah bus umum, pembatasan operasional kendaraan berdasarkan nomor ganjil-genap, dan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP). Pengadaan bus mulai dilaksanakan akhir 2013 hingga awal 2014. Adapun kebijakan ganjil-genap dan ERP masih dalam tahap kajian.

- Terkait: #FHI_Transportasi

©[ www.forumhijau.com | FHI/Tribun]

YANG PERLU DIPERHATIKAN MENANAM POHON YANG BAIK

Tips Menanam Dan Merawat Pohon
Untuk mengingatkan kita bahwa lahan untuk tanaman telah hampir punah oleh bangunan - bangunan pemukiman, pencemaran udara, lahan pertanian yang sekarat karena tiada pohon sebagai pelindung, luas hutan yang semakin menyusut, digantikan oleh lahan yang rawan akan bencana alam dan banyak lagi hal - hal yang seharusnya ada pohon sebagai penata alam yang sepadan, kini tiada lagi. Maka alangkah baiknya bila kita sedikit melangkan waktu dan niat untuk menanam dan merawat pohon.

TIPS MENANAM DAN MERAWAT POHON

1. MENCARI LAHAN
Lahan bisa bertempat di lahan milik ( halaman rumah, kebun masyarakat atau milik perusahaan / lembaga dan lahan negara, dimana kepemilikan dan pengelolaannya dibawah pengawasan pemerintah ). Lahan yang dipilih untuk penanaman harus dijamin tidak akan berubah peruntukannya dalam jangka panjang. Pertumbuhan pohon - pohon apalagi di lahan hutan memerlukan waktu yang panjang ( diatas 10 tahun ) untuk dapat terciptanya ekosistem hutan yang baik dan berfungsi optimal. Jadi pikirkan dengan matang agar penanaman pohon bukan sekedar seremonial.

2. BIBIT YANG TEPAT
Setelah ditemukan lokasi yang cocok, langkah berikutnya adalah memilih jenis bibit yang akan ditanam. Jenis - jenis yang akan ditanam adalah sesuai dengan kondisi lahan, peruntukan dan fungsi bagi lingkungan. Bila ingin lingkungan kita teduh maka pilihlah jenis pohon yang daunnya rindang dan perawakannya besar seperti Trembesi, Flamboyan, Kersen atau Beringin. Pada lahan yang kurang subur, pohon Sengon dan Akasia bisa bertahan hidup.

Bila menginginkan kita bisa menikmati panen buah, maka tanamlah pohon buah - buahan seperti Mangga, Alpukat, Rambutan, Durian, dll. Namun, jangan menanam Durian di tempat dengan lalu lintas yang ramai karena kalau buahnya jatuh bisa membuat orang celaka. Bila untuk jalur hijau pinggiran jalan, carilah jenis pohon yang buahnya kecil - kecil, tidak banyak daun rontok, cepat tumbuh dan bisa juga yang memiliki bunga seperti Angsana, Kersen, Malabar, Bungur, Flamboyan, Asam Jawa dan lain - lain. Ingat tanaman pinggir jalan jangan yang akarnya menonjol ke permukaan tanah karena akan merusak jalan dan membahayakan pengguna jalan.

3. MEMBUAT LUBANG TANAM
Bibit yang sudah dipilih, kini saatnya siap ditanam. Sediakan lubang tanam yang dibuat sehari sebelum penanaman ( sebaiknya ). Langkah ini dilakukan agar suhu udara didalam dan diatas permukaan tanah tempat penanaman stabil sehingga dapat membantu mengurangi stess pada tanaman. Tanaman yang stress akan sulit beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Lubang tanam dibuat minimal 20 cm x 20 cm ( sesuai besar bibit ) dengan kedalam 30 cm – 40 cm ( sesuai media dan bentuk akar ). Pada awal penanaman perlu ditambahkan pupuk kandang atau kompos untuk membantu menambah hara atau nutrisi bagi “penghuni baru” bumi.

4. WAKTU MENANAM
Pelaksanaan penanaman hendaknya dilakukan mulai jam 07.00 - 09.00 dan 17.00 – 18.00 ( tergantung Waktu setempat, WIB / WITA / WIT ), karena pada jam - jam tersebut suhu permukaan tanah tidak terlalu tinggi dan stabil sehingga dapat menghindari stres pada bibit tanaman. Apabila tidak memungkinkan menanam pada waktu tersebut dapat dilakukan pada jam yang lain, namun setelah ditanam segeralah membuat naungan untuk menghindari terik matahari yang menerpa bibit yang dapat membakar hijau daun tanaman. Bibit yang terbakar terik matahari menyebabkan klorofil daun tidak dapat melalukan fungsinya dalam proses fotosintesis dan menyebabkan tanaman bisa mati dalam waktu cepat.

5. MENANAM BIBIT POHON
Bibit yang akan ditanam terlebih dahulu dilepaskan dari kantung - kantung media tumbuhnya ( polybag ) kemudian ditanaman bersama media tumbuhnya. Saat melepas polybag perlu tindakan yang hati - hati agar media tumbuhnya tidak rusak, Tanaman ditempatkan pada posisi tegak agar proses pertumbuhan dapat berkembangan dengan baik dan bila perlu disanggah dengan bambu. Lalu tutup lubang tanaman dengan memasukkan tanah galian dan menekan secara perlahan di sekeliling tanaman sampai bibit dapat berdiri dengan baik. Lalu berdoalah agar Tuhan menjaga tanaman kita.

Setelah bibit ditanam sebaiknya diberi ajir / patok penanda atau dipagari. Pemberian ajir bukan hanya menandakan bibit itu ditanam seseorang bukan bibit dari anakan alam. Ajir atau patok yang dipasang pada bibit punya efek psikologis bahwa tanaman itu ekslusif / istimewa / berharga dan masih dalam tahap pemeliharaan awal, perlu banyak perhatian.

6. RAWATLAH DENGAN CINTA
Seperti seorang bayi yang baru lahir, tanpa daya dan kemandirian. Bayi itu coba kita rawat sebentar hingga bisa berbicara dan bisa makan makanan lunak. Kemudian bayi tersebut dilepas di lingkungan dimana makanan harus diusahakan sendiri, minuman harus diraih sendiri dan perlindungan pada tubuh perlu dipenuhi. Bisakah bayi itu bertahan hidup lama tanpa ada yang merenggut dan merawatnya di tempat yang cocok baginya?

Merawat sama pentingnya dengan menanam. Maka setelah menanam hendaknya dilakukan pemeliharaan terhadap gulma, semak, alang - alang, hama, kebakaran, tangan manusia dan gangguan lain agar ruang tumbuh tanaman dapat berkembang dengan baik. Selain itu jangan biarkan tanaman kekurangan gizi. Berilah kebutuhan pokoknya dengan menyiramnya dengan rutin, memberi pupuk yang sesuai dan memberi perhatian dan doa pada bibit - bibit itu. Perawatan bibit pohon bisa dilakukan sampai tanaman berumur 2 tahun. Umumnya pohon diatas umur 2 tahun sudah bisa survival dan hidup mandiri dari alam, namun tetap dijaga dari unsur perusak.

Selamat menanam pohon dan merawatnya dengan cinta!

[FHI/Belantaraindonesia]
folow us : forumhijau_ID

Peraturan Mendaki Gunung Sesuai Undang - Undang

Pasal Penting dibaca sebelum mendaki gunung :

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1990
TENTANG KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI DAN EKOSISTEMNYA.

Pasal 19
(1) Setiap orang dilarang melakukatn kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan kawasan suaka alam.
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) tidak termasuk kegiat an pembinaan Habitat untuk kepentingan satwa di dalam suaka marga satwa.
(3) Perubahan terhadap keutuhan kawasan suaka alam sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi mengurangi, menghilangkan fungsi dan luas kawasan suaka alam, serta menambah jenis tumbuhan dan satwa lain yang tidak asli.

Pasal 21
1) Setiap orang dilarang untuk :
a. mengambil, menebang, memiliki, merusak, memusnahkan, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati;
b. mengeluarkan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia.
(2) Setiap orang dilarang untuk :
a. menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup;
b. menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan meperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati;
c. mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;
d. memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;
e. mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan/atau sarang satwa yang dilindungi.

Pasal 22
(1) Pengecualian dari larangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 hanya dapat dilakukan untuk keperluan penelitian, ilmu pengetahuan, dan/atau penyelamatan jenis tumbuhan dan satwa yang bersangkutan.
(2) Termasuk dalam penyelamatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah pemberian atau penukaran jenis tumbuhan dan satwa kepada pihak lain di luar negeri dengan izin Pemerintah.
(3) Pengecualian dari larangan menangkap, melukai, dan membunuh satwa yang dilindungi dapat pula dilakukan dalam hal oleh karena suatu sebab satwa yang dilindungi membahayakan kehidupan manusia.
(4) Ketentuan lebih lanjut sebagaimana diinaksud dalam ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 33
(1) Setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan zona inti taman nasional.
(2) Perubahan terhadap keutuhan zona inti taman nasional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi mengurangi, menghilangkan fungsi dan luas zona inti taman nasional, serta menambah jenis tumbuhan dan satwa lain yang tidak asli.
(3) Setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam.

Pasal 40
(1) Barangsiapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) dan Pasal 33 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).
(2) Barangsiapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00(seratusjuta rupiah).
(3) Barangsiapa karena kelalaiannya melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) dan Pasal 32 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratusjuta rupiah).
(4) Barangsiapa karena kelalaiannya melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
(5) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) adalah kejahatan dan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan ayat (4) adalah pelanggaran.

==>> Silahkan di share/bagikan sebanyak banyaknya agar sobat greeners yang mau mendaki atau berwisata ke daerah termasuk salah satu wilayah konservasi mengetahui peraturan yang berlaku <==
[FHI/UURI)
follow us : forumhijau_ID

Tokoh Inspirasi Pecinta Alam # JOKOWI

Jokowi juga senior MAPALA
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menerima hadiah berkesan dari yuniornya di organisasi pecinta alam, Mapala Silvagama Fakultas Kehutanan UGM. Hadiah itu dia terima ketika Jokowi menyambangi kampus almamaternya pada Sabtu, 26 Oktober 2013.

Seusai menjadi pembicara dalam seminar dan dialog bertema "Hutan untuk Kemakmuran Rakyat" di Balairung Gedung Pusat UGM, Jokowi menerima hadiah berupa foto kenangan saat dia mendaki Gunung Kerinci.

Jokowi mengatakan, foto itu diambil saat dia bersama 16 rekannya di Mapala Silvagama mendaki Gunung Kerinci pada 1983. Alumnus Fakultas Kehutanan tahun 1985 itu sempat diinterupsi teman-temannya karena salah menyebut jumlah rombongan pendaki sebanyak 18 orang. "Kurang dua saja diprotes," kata Jokowi.

Menurut dia, rombongan pendaki belia itu berangkat menuju Gunung Kerinci dari Yogyakarta dengan menumpang bus. Bekal uang yang dibawa saat itu hampir tak cukup. "Untungnya sampai juga di Kerinci," kata Jokowi.

Dalam ingatan Jokowi, hampir semua anggota rombongan pendaki Mapala Silvagama saat itu bertubuh gempal, kecuali dia. Namun, Jokowi melanjutkan, tubuhnya yang kerempeng saat masih kuliah tidak mengurangi kepiawaiannya mendaki gunung. "Saya tetap yang pertama sampai di puncak Kerinci," ujar dia.

Selain memberikan hadiah foto Jokowi saat mendaki Gunung Kerinci, aktivis Mapala Silvagama juga memberikan seragam resmi organisasi pecinta alam itu kepada Jokowi. Mereka meminta Jokowi segera mengenakan seragam dengan bet nama Jokowi dan nomor anggota 0216 tersebut di tempat. "Bajunya agak kekecilan, tapi foto ini mengesankan. Saya sudah lama cari, tapi tidak berhasil menemukan yang ini," ujar Jokowi.

==>Mari jadikan MAPALA itu sebagai media kita mengajak masyarakat mencintai, merawat, dan melestarikan hutan dan bumi kita, share/bagikan ya ! <==

[FHI/Mapala Indonesia/Ridho Novki Pramono]
www.forumhijau.com
follow us : forumhijau_ID

Jumat, 08 November 2013

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Pendakian Massal / Bersama

5 Hal yang penting bagi pendaki gunung :
Anggapan mendaki gunung adalah “gagah” hebat dan perkasa adalah sebuah kekeliruan. Apa tujuan seorang pendaki mendaki gunung ? akankah pendakian tersebut berdasar pada cinta akan gunung atau hanya sekedar penikmat gunung atau bahkan tanpa disadari bisa menjadi perusak gunung ?

Beberapa hal yang perlu kita ketahui agar pendakian gunung yang kita lakukan tidak dianggap merusak lingkungan :

1. Pendakian Massal
Mendaki gunung dengan kelompok adalah hal yang menyenangkan, namun sebaiknya sebelum mendaki gunung tersebut dilakukan survey tentang kapasitas dan daya tampung gunung, agar program pendakian yang kita lakukan tidak merusak lingkungan akibat lokasi yang kita pakai menjadi terganggu.

2. Hindari pendakian yang di sponsori oleh perusahaan yang mencari untung

Pendakian oleh sekelompok orang yang disponsori biasanya akan mengumpulkan pendaki sebanyak banyaknya, karena semakin banyak peserta semakin banyak untung dan penjualan produk, hal ini perlu dipertimbangkan dalam memilih kegiatan pendakian yang akan dilakukan

3. Bersikap Peduli Lingkungan
Sebagai penikmat alam, selayaknya kita memperhatikan alam dan lingkungan yang kita lalui, menjaga kelestarian lingkungan bukanlah hanya tanggung jawab petugas penjaga taman atau LSM lingkungan

4. Hindari mengubah situasi
Mengambil bunga atau pohon dari gunung bisa mengakibatkan perubahan bentuk dan keberlangsungan flora dan fauna di lokasi tersebut, bisa sobat bayangkan jika setiap orang melakukan hal yang sama, al hasil terjadi perubahan drastis pada lokasi tersebut

5 Jadilah Pendaki yang konservatif

Keputusan mendaki gunung biasanya didasari atas keingintahuan bagaimana perasaan mendaki dan ditambah keinginan menikmati suasana lingkungan yang berbeda dari kehidupan sehari hari. Sebagai pendaki yang konservatif jadilah menjadi panutan dengan memberitahukan hal hal yang berguna dan tidak berguna, agar para sobat pendaki lainnya mengetahui aturan menjadi seorang pendaki yang baik dan peduli terhadap lingkungan.

Gunung adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia, selayaknya kita merawat dan melestarikannya untuk anak cucu dan generasi penerus kita.

Salam Lestari

=>> Kampanye Cinta Lingkungan termasuk didalamya adalah membagikan pengetahuan kita kepada sobat greeners lainnya, Like/suka dan Share/Bagikan informasi ini<==

[FHI]
Follow us : forumhijau_ID

Mohon Diklik dan Suka/Like/Seneng

Pengikut

 

BANGUNLAH

Dimana Semua Bangsa

SUATU DUNIA

Hidup Dalam Damai

Dan Persaudaraan

Kita Harus Tau

“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong”

Pendapat untuk blog ini ?

 
Blogger Templates