Social Icons

Minggu, 28 April 2013

Pendakian (Perdana) Gunung Merbabu Pecinta Alam BAWANA 2013


KEGIATAN PENDAKIAN PERDANA
PECINTA ALAM BAHANA WAWASAN NUSANTARA
Gunung Merbabu, 8 – 9 Maret 2013
 

                 Dalam rangka menjalankan program kerja BAWANA Angkatan XX Tahun 2012/2013, Pengurus Ekstrakurikuler Pecinta Alam Bahana Wawasan Nusantara ( BAWANA ) yang bernaung di bawah  Sie Bidang  3, Pendidikan Pendahuluan Bela Negara, Organisasi Siswa Intra Sekolah ( OSIS ) SMK NEGERI 1 PURWOREJO mengadakan kegiatan “PENDAKIAN PERDANA” yang telah berhasil dilaksanakan pada tanggal 8 – 9 Maret 2013 di Gunung Merbabu via jalur Wekas, Kedakan, Magelang.
                 Peserta pendakian adalah anggota BAWANA angkatan XX dan XXI, tolal peserta yang ikut sebanyak 24 siswa dan didampingi oleh seorang Pembina, yaitu Bapak Dedi Purbadi, S.Pd
                 Kami meninggalkan kampus SMK N 1 Purworejo pada pukul 08.10 WIB dan sampai di Desa Wekas (Desa Terakhir) pada pukul 10.12 WIB. Kami berjalan kaki dari gapura desa Wekas menuju Basecamp Pendakian Gunung Merbabu jalur Wekas, dan sampai pada pukul 11.32 WIB. Setelah melakukan regestrasi kami menuju Masjid yang berada di depan basecamp untuk melaksanakan kewajiban sholat Jumat.
                 Sebelum memulai petualangan tak lupa kami berdoa bersama untuk memohon keselamatan dan kelancaran kegiatan kepada Yang Kuasa. Kami berjalan melewati hutan pinus dan hutan yang ditumbuhi tumbuhan liar. Dalam perjalana kami berjumpa dengan gerombolan monyet liar penghuni Taman Nasional Gunung Merbabu. Selain monyet juga banyak hewan lainnya seperti ayam hutan, tupai, dan aneka burung liar. Sepanjang perjalanan kami selalu ditemani dengan suara – suara hewan liar yang sangat menghibur hati..
                 Ditengah perjalanan kami sedikit terhambat dengan turunya hujan dan kerasnya guntur alias gludug. Namun itu tidak menghalangi kami untuk melanjutkan perjalanan. Dengan  mengenakan mantol / jas hujan kami melanjutkan perjanan menuju camping ground.
                 Masih dengan guyuran hujan tepat pukul 16.35 WIB kami semua tiba di pos 2 atau Camping Ground. Dengan kekompakan dan saling bekerja sama kami mendirikan tenda dum. Setelah semua dum (8 dum) berdiri, dan hujan telah reda kami mengganti pakaian kami yang telah basah oleh keringat dan hujan dengan pakaian yang besih untuk melaksanakan sholat Ashar.
                 Menjelang Magrib hujan berhenti, tetapi dingin masih tetap menyertai kami. Setelah sholat magrib kami makan bekal makanan dan  memasak mie instan serta air untuk membuat kopi sebagai  penghangat badan. Setelah waktu sholat isya tiba, kami bergantian sholat di dalam dum.
                 Untuk menghangatkan tubuh kami membuat api unggun. Dengan mengelilingi api. Kami berbagi kisah dan berbagi makanan serta minuman hangat tentunya. Satu per satu dari kami mulai masuk ke dalam dum untuk istirahat dan tidur. Kami  tidur dengan keadaan yang sangat dingin luar biasa. Walaupun sudah menghangatkan dengan api tetapi saat tidur dalam dum dingin kembali menerpa. Dingin yang luar biasa membuat kami tidak bisa tertidur lelap, dan  peserta yang tidak tahan kembali keluar dari dum untuk membuat api unggun kembali. Kami semua baru bisa tidur pada jam 12 lewat,dengan keadaan yang masih dingin di dalam dum masing – masing.
                 Adzan Subuh telah berkumandang melalui alarm handphone. Peserta yang telah bangun lebih awal bertugas membangunkan peserta yang lain. Peserta yang masih berani dan tahan dingin berwudhu dengan air dari selang air yang sudah pecah di dekat tempat camping untuk melaksanakan kewajiban Sholat Shubuh. Peserta yang merasa terlalu dingin mensucikan diri untuk sholat dengan tayamum.Sholat dilaksanakan berjamaah di dalam Dum.
                 Selesai sholat kami mengumpulkan sampah plastik dan kayu  untuk dibakar, sekaligus untuk mengurangi rasa dingin. Kami  juga memasak mie instan lengkap dengan sayurnya untuk sarapan pagi sebagai pengisi tenaga untuk melaksanakan Hiking menuju Puncak Tertinggi Gunung Merbabu, yaitu Puncak Kentheng Songo.
                 Sejumlah 21 peserta melanjutkan hiking menuju puncak, sedangkan 3 peserta dan pembina tetap berana di pos 2 atau camping ground karena kondisi yang kurang memungkinkan, sekaligus untuk menjaga tenda dum dari ancaman hewan liar.
                 Kami melewati jalan setapak yang terjal, berliku dan menanjak. Di perjalanan kami  dapat menikmati hamparan hutan edelweis yang berada di kiri dan kanan selama perjalanan dari pos 2 sampai di kawah mati, yaitu kawah Condrodimuko. Sampai di kawah pada pukul 07.45 WIB. Kami  beristirahat sejenak dan menyaksikan pemandangan yang sangat indah.
                 Setelah sampai di kawah kami melanjutkan perjalanan menuju pertigaan, yaitu pertigaan menuju ke puncak syarif jika ke kiri dan menuju puncak kenteng songo jika ke kanan. Pemandangan selama perjalanan kita dapat menikmatai pemandangan yang sangat indah dan dapat melihat gugusan puncak-puncak gunung merbabu. Disini juga msih terdapat edelweiss, namun sayang sangat jarang yang berbunga, karena memang Maret bukanlah musim untuk berbunga.
                 Setelah sampai dipertigaan yaitu pada pukul 08.45 WIB kami beristirahat sebentar dan menikmati minuman dan makann yang kami bawa. Setelah beristirahat kemudian kami melanjutkan ke puncak kenteng songo (puncak tertinggi) gunung merbabu. Kali ini kami harus melewati jalur yang berupa bukit dan savana yang memiliki pemandangan eksotik. Selama perjalan kami melewati puncak geger sapi dan jembatan setan, jembatan setan adalah medan yang sangat terjal yang disertai jurang di sisi kiri dan kanannya. Setelah melewati jembatan setan track menuju puncak semakin terjal dan menanjak, hingga peserta diharuskan pegangan satu sama lainnya, dan kami juga harus melewatinya dengan climbing (memenjat tebing) setinggi 6 meter. Pukul 09.25 WIB peserta sampai di puncak kenteng songo (puncak tertinggi gunung merbabu 3142 Mdpl.
Di puncak kentheng songo tak lupa peserta bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kedamaian keselamatan yang didapatkan hingga di atas puncak. Sebagai simbolis rasa syukur kami melakukan sujud syukur dengan menghadap kiblat di puncak tertinggi, puncak kentheng songo. Selama 28 menit kami berana di puncak. Berkat doa dari semua pihak cuaca sangat cerah, sehingga kami dapat menikmati pemandangan Gunung Merapi dengan puncaknya yang mengepulkan asap setiap saat yang, nampak sangat dekat. Memandang kearah barat tampak Gunung Sumbing dan Sindoro yang terlihat sangat jelas dan indah, seolah – olah menantang untuk di daki. Lebih dekat lagi Nampak Gunung Telomoyo  dan Gunung Ungaran. Dari kejauhan kearah timur tampak Gunung Lawu dengan puncaknya yang memanjang. Kami semua merasa sangat bahagia dan bangga.
                 Di puncak ini terdapat batu kenteng / lumpang / berlubang dengan jumlah 9 (menurut paranormal), tapi yang bisa kita lihat hanya sejumlah 4 saja. Disekitan batu itu juga kami beristirahat, memakan makanan yang telah kami bawa, minum dan tak lupa juga berfoto serta memotret pemandangan yang sebelumnya belum pernah kami saksikan secara langsung.
                 Setelah puas berada di puncak tepat pukul 10.03 WIB kami  kembali turun ke Pos II, dimana 3 peserta dan Pembina menunggu. Kami harus kembali melewati jalur yang berbahaya, selain sempit hanya berkisar satu meter dengan sisi kanan kiri jurang dan tebing dengan bebatuan yang hanya ditumbuhi rumput hijau. Beruntung cuaca masih tetap cerah, tidak ada angin yang mengancam kami terdorong jatuh ke jurang. Kami turun melewati jalur yang sama dengan pada saat naik.
                 Sesampainya di pos II kami Istirahat dan juga makan. Kami memasak mie instan yang masih tersisa. Setelah itu dilanjutkan dengan Packing, kami mengemas kembali barang bawaan, serta membongkar dan melipat kembali Tenda Dum.
                 Selesai packing dan telah dipastikan semua telah beres kami  melanjutkan perjalanan turun dari Pos II menuju Basecamp Pendakian Gunung Merbabu di Desa Wekas. Cuaca sudah mulai mendung dan sedikit berkabut, sehingga terasa sejuk dan tidak panas. Hujan gerimis hanya sebentar mengiringi perjalan peserta menuju Basecamp Pendakian.
                 Sampai di Basecamp kami meletakkan tas dan  langsung menuju masjid untuk melaksanakan kewajiban sholat Dzuhur. Setelah itu kami beristirahat dan makan makanan yang masih tersisa. kami juga membeli stiker dan juga bandul / gantungan kunci sebagai kenang – kenangan Pendakian Di Gunung Merbabu.
                 Setelah berpamitan dan registrasi dengan pengelola Pos Pendakian peserta melanjutkan perjalanan pulang. Pukul 15.15 WIB kami meninggalkan Basecap pendakian dan kami  berjalan kaki selama 1 jam menuju Gapura desa wekas dimana Bis sudah menanti.
                 Setelah sampai kami  menata barang di dalam bis, kami melaksanakan Sholat Ashar di Masjid yang tidak jauh dari Bis parkir. Usai semua masuk bis ketua panitia melakukan presensi peserta,  sekaligus mengecek keadaan seluruh peserta. Seluruh peserta dipastikan dalam konsisi yang masih sehat. Kami menuju kampus SMK N 1 Purworejo dengan Bis, sepanjang perjalanan di dalam bis kami  beristirahat dan juga tidur.
 
                 Kami semua dalam keadaan sehat kembali masuk dalam Kampus SMK Negeri 1 Purworejo pada pukul 18.20 WIB. Kedatangan kami sudah ditunggu oleh Bapak Sutoyo S.Pd dan juga Bapak Drs. Achmad Mahmud. Kami  meletakkan barang – barang milik sekolah dan milik pihak lain yang dipinjam ke dalam basecamp BAWANA. Setelah itu kami pulang menuju rumah masing – masing. Pukul 19.30 WIB sudah dipastikan seluruh peserta sudah meninggalkan  kampus SMK N 1 Purworejo.


1 komentar:

Pengikut

 

BANGUNLAH

Blue Fire Pointer

Dimana Semua Bangsa

SUATU DUNIA

Hidup Dalam Damai


Dan Persaudaraan


Kita Harus Tau

“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong”

Siapa yang akan lebih diterima publik diantara Kangen Band dan Kangen.Lagi ?

 
Blogger Templates