PROPOSAL PENELITIAN
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
DISUSUN OLEH :
1.DWI NOVIA P (13)
2.GALIH ARIFIAN M (20)
3.M.LUTFIL HAKIM (29)
4.YULIANTO EKO P (36)
KELAS : X TITL B
DAFTAR ISI :
A. JUDUL
B. LATAR BELAKANG
C. PERUMUSAN MASALAH
D. TUJUAN PENELITIAN
E. ALAT DAN BAHAN
F. CARA KERJA
G. VARIABEL
H. ANALISIS DATA
I. DAFTAR PUSTAKA
A.JUDUL
PENGARUH MEDIA TANAM TANAH DAN PASIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG
B.LATAR BELAKANG
Tanaman jagung (Zea mays. L) berasal dari benua Amerika, selama ribuan tahun tanaman jagung menjadi makanan pokok suku Indian, seorang pelaut Christopher Columbus yang berasal dari Spanyol dengan tidak sengaja telah menemukan tanaman jagung di benua Amerika pada tahun 1492, dan orang yang berjasa menyebarkan tanaman jagung keseluruh dunia maupun ke Indonesia. Tanaman jagung merupakan tanaman yang tumbuh optimal di daerah iklim tropis maupun subtropis, karena tanaman jagung relatif cepat beradaptasi dengan lingkungan dibandingkan dengan tanaman family Graminae lainnya. ( Rahmad Rukmana. 2007).
Diindonesia tanaman jagung dibawa oleh orang Portugis dan Spanyol sekitar 400 tahun yang lalu. Awal mula sentral budidaya tanaman jagung di daerah Jawa Tegah, Jawa Timur dan Madura namun semakin berkembang keseluruh wilayah nusantra. (Hadi dan Kristianto. 2007).
Tanaman jagung merupakan tanaman komoditi unggulan agribisnis tanaman pangan setelah padi dan gandum yang mempunyai nilai ekonomi diIndonesia . Produktivitas tanaman jagung nasional baru mencapai 3,4 t/ha, kebutuhan jagung dalam negeri untuk pakan ternak sudah mencapai 4,9 juta ton pada tahun 2005 dan diprediksi menjadi 6,6, oleh karena itu peluang ekspor semakin terbuka mengingat negara penghasil jagung seperti Amerika, Argentina, dan Cina mulai membatasi volume ekspornya karena kebutuhan jagung mereka meningkat. (Hafsah, 2004).
Menurut (Herdi Yudirachan, 2007) potensi tanaman jagung hampir semua bagian dapat dimanfaatkan ataupun bisa di katakan multiguna, sebab tanaman jagung terkandung gizi yang cukup komplek bagi manusia dan hewan yaitu kandungan gizi kalori 33,00 klo, protein 2,20 g, lemak 0,10 g, karbohidrat 7,40 mg, kalsium 7,00 mg, fosfor 100,00 mg, zat besi 0,50 mg, vitamin A 200 S.I, vitamin B1 0,08 mg, vitamin C 8,00 mg, air 89,50 g dan bagian yang dapat dimakan 100%. Peningkatan produktivitas dan produksi tanaman jagung dapat di pacu dengan penerapapan teknologi tepat guna. Salah satunya dengan pemupukan yang seimbang baik dari dalam maupun dari luar agar menghasilkan tanaman yang benar-benar subur dan produktif. (Pinus Lingga, 2008).
Tanaman jagung membutuhkan unsur hara makro dan mikro. pada dasarnya tanah sudah meyediakan unsur hara tersebut. dapat langsung terserdia bagi tanaman unsur hara makro relatif lebih besar di bandingan dengan unsur hara mikro tetapi kedua unsur hara tersebut sangat di butuhkan oleh tanaman jagung. Komposisi cukup baik antara lain unsur N = 1,99%, P = 3,92%, K = 0,69%, S = 0,26%, Cu = 0,045% serta Fe = 0,081% (Kartini, 2000).
Sedangkan media tanam merupakan komponen utama ketika akan bercocok tanam. Media tanam yang akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin ditanam. Menentukan media tanam yang tepat dan standar untuk jenis tanaman yang berbeda habitat asalnya merupakan hal yang sulit. Hal ini dikarenakan setiap daerah memiliki kelembapan dan kecepatan angin yang berbeda. Secara umum, media tanam harus dapat menjaga kelembapan daerah sekitar akar, menyediakan cukup udara, dan dapat menahan ketersediaan unsur hara. Untuk itu penelitian ini dilakuan karena ingin membuktikan pengaruh media tanam bagi pertumbuhan tanaman pangan.
Di
Tanaman jagung merupakan tanaman komoditi unggulan agribisnis tanaman pangan setelah padi dan gandum yang mempunyai nilai ekonomi di
Menurut (Herdi Yudirachan, 2007) potensi tanaman jagung hampir semua bagian dapat dimanfaatkan ataupun bisa di katakan multiguna, sebab tanaman jagung terkandung gizi yang cukup komplek bagi manusia dan hewan yaitu kandungan gizi kalori 33,00 klo, protein 2,20 g, lemak 0,10 g, karbohidrat 7,40 mg, kalsium 7,00 mg, fosfor 100,00 mg, zat besi 0,50 mg, vitamin A 200 S.I, vitamin B1 0,08 mg, vitamin C 8,00 mg, air 89,50 g dan bagian yang dapat dimakan 100%. Peningkatan produktivitas dan produksi tanaman jagung dapat di pacu dengan penerapapan teknologi tepat guna. Salah satunya dengan pemupukan yang seimbang baik dari dalam maupun dari luar agar menghasilkan tanaman yang benar-benar subur dan produktif. (Pinus Lingga, 2008).
Tanaman jagung membutuhkan unsur hara makro dan mikro. pada dasarnya tanah sudah meyediakan unsur hara tersebut. dapat langsung terserdia bagi tanaman unsur hara makro relatif lebih besar di bandingan dengan unsur hara mikro tetapi kedua unsur hara tersebut sangat di butuhkan oleh tanaman jagung. Komposisi cukup baik antara lain unsur N = 1,99%, P = 3,92%, K = 0,69%, S = 0,26%, Cu = 0,045% serta Fe = 0,081% (Kartini, 2000).
Sedangkan media tanam merupakan komponen utama ketika akan bercocok tanam. Media tanam yang akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin ditanam. Menentukan media tanam yang tepat dan standar untuk jenis tanaman yang berbeda habitat asalnya merupakan hal yang sulit. Hal ini dikarenakan setiap daerah memiliki kelembapan dan kecepatan angin yang berbeda. Secara umum, media tanam harus dapat menjaga kelembapan daerah sekitar akar, menyediakan cukup udara, dan dapat menahan ketersediaan unsur hara. Untuk itu penelitian ini dilakuan karena ingin membuktikan pengaruh media tanam bagi pertumbuhan tanaman pangan.
C.PERUMUSAN MASALAH
Apakah media tanam mempengruhi pertumbuhan tanaman jagung?
D.TUJUAN PENELITIAN
D.TUJUAN PENELITIAN
Untuk mengetahui adakah perbedaan antara media tanam tanah dan media tanam pasir terhadap pertumbuhan tanaman jagung.
E.ALAT DAN BAHAN
E.ALAT DAN BAHAN
*ALAT: *BAHAN
-2 buah gelas plastik -Biji jagung
-Alat tulis -Tanah liat
-Gunting -Pasir
-Penggaris -Air
-Sendok
F. CARA KERJA
1) Siapkan 2 buah gelas pelastik dan lubangi gelas pelastik dengan menggunakan pisau.
2) Lalu satu diisi dengan tanah liat dan satu lagi diisi dengan pasir.
3) Masing-masing media tanam di tanami tiga buah jagung.
4) Menyirami biji jagung yang baru saja ditanam tadi dengan air dengan volume air yang sama.
5) Letakkan media tanam di tempat yang terkena sinar matahari dan perlakuanlah keempat media tanam dengan perlakuan yang sama.
6) Amatilah pertumbuhan tanaman jagung selama 2 hari sekali dan sampai dengan 12 hari kedepan.
7) Tulis hasil pengamatan di table hasil pengamatan.
2) Lalu satu diisi dengan tanah liat dan satu lagi diisi dengan pasir.
3) Masing-masing media tanam di tanami tiga buah jagung.
4) Menyirami biji jagung yang baru saja ditanam tadi dengan air dengan volume air yang sama.
5) Letakkan media tanam di tempat yang terkena sinar matahari dan perlakuanlah keempat media tanam dengan perlakuan yang sama.
6) Amatilah pertumbuhan tanaman jagung selama 2 hari sekali dan sampai dengan 12 hari kedepan.
7) Tulis hasil pengamatan di table hasil pengamatan.
G. VARIABEL
1)VARIABEL BEBAS
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengaruh media tanam bagi pertumbuhan tanaman jagung.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengaruh media tanam bagi pertumbuhan tanaman jagung.
2) VARIABEL TERIKAT
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pertumbuhan tanaman jagung dengan media tanam yang berbeda.
3) VARIABEL KONTROL
Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah jenis tanaman jagung.
Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah jenis tanaman jagung.
H.ANALISIS DATA
Pengamatan pertumbuhan tanaman dalam 2 hari sekali, kami tampilkan dalam bentuk table sebagai berikut,
NO
|
HARI KE
|
MEDIA TANAH
|
MEDIA PASIR
|
1
|
1-2
| ||
2
|
2-3
| ||
3
|
3-4
| ||
4
|
4-5
| ||
5
|
5-6
| ||
6
|
6-7
| ||
7
|
7-8
| ||
8
|
8-9
| ||
9
|
9-10
| ||
10
|
10-11
| ||
11
|
11-12
|
I.DAFTAR PUSTAKA
B.Nur Hidayati,guru IPA kelas x SMK N 1 Purworejo